Pengertian Komposisi secara sederhana adalah susunan objek atau foto secara utuh pada suatu bidang gambar supaya objek menjadi pusat perhatian atau bisa disebut Point Of Interest (POI). Sedangkan komposisi di dalam fotografi memiliki pengertian susunan gambar di dalam batasan satu ruang. Bisa juga komposisi di artikan sebagai cara menyusun elemen objek foto yang penting secara keseluruhan yang ada di dalam foto.

Pengertian Komposisi dalam Fotografi

Ada juga yang mengartikan Komposisi di dalam fotografi yaitu cara menata elemen gambar yang diabadikan dengan kamera. elemen ini mencakup garis, shape, form, warna, terang dan juga gelap.

Baca Juga :

Komposisi Menurut Deniek G. Sukarya adalah seni untuk menciptakan sebuah harmoni pembagian bidang dengan cara memanfaatkan berbagai elemen visual sperti garis, bentuk, cahaya, bayangan, warna dan tekstur.

Tujuan mengatur atau menggunakan komposisi dalam fotografi adalah untuk bisa membangun “MOOD” atau suasana hati foto supaya memiliki keseimbangan diantara objek yang ada di dalam foto tersebut. Selain hal tersebut, dengan mengatur komposisi dalam memotret, kita bisa melatih kepekaan mata untuk bisa menangkap sebuah elemen atau unsur yang ada di depan mata.

Komposisi Rule Of Third dalam fotografi
Komposisi Rule of third, image from : https://www.clickinmoms.com/blog/what-is-the-rule-of-thirds-in-photography/

Salah satu komposisi yang bisa kita terapkan yaitu komposisi Rule OF Third. Komposisi Rule Of Third ini membagi bidang foto ke dalam tiga bagian baik secara vertikal ataupun horizontal, sehingga akan membentuk 9 bagian dan akan memiliki 4 titik pertemuan yang disebut Golden Section. Kamu bisa baca secara lengkap pengertian komposisi Rule Of Third di : Pengertian Komposisi Rule Of Third dalam Fotografi 2020

Sebuah aturan dapat membantu kita menciptakan komposisi yang efektif secara konsisten, terkadang melanggar aturan tersebut justru dapat menghasilkan komposisi yang tidak kalah kuatnya. “Komposisi yang Bagus adalah yang Terasa Enak di Hati”. Terkadang, hanya dengan mengikuti apa yang terasa enak di hati dalam arti, suasana hati, keharmonisan dan artistik, akan berhasil membantu kita menciptakan komposisi yang kuat.

Deniek G. Sukarya

Memang seharusnya di dalam memotret kita tidak harus patuh atau terpau dalam sebuah aturan atau teori. Banyak yang bilang, bawasanya aturan dibuat untuk dilanggar. Tetapi jika aturan atau teori tersebut dibuat untuk menjadi panduan supaya foto menjadi lebih bagus dan menarik, kenapa tidak?

Elemen atau Unsur penting dalam Komposisi Foto

Di dalam sebuah komposisi terdapat beberapa elemen atau unsur yang penting supaya foto yang dihasilkan akan lebih bagus, berikut elemen atau unsur penting di dalam komposisi foto :

Garis

Garis adalah elemen atau unsur yang paling penting di dalam komposisi foto. Tanpa adanya garis, maka tidak akan ada yang namanya bentuk, tidak adanya bentuk maka tidak akan tercipta wujud. Dan jika tidak ada garis dan bentuk, maka tidak akan ada yang namanya pola.

Garis bisa menimbulkan kedalaman dan menunjukan gerak pada suatu gambar. Ketika garis-garis tersebut digunakan, maka yang akan terjadi adalah visual akan menjadi lebih menarik untuk dilihat. Komposisi ini terwujud dari pengemasan garis secara dinamis, tidak melulu garis lurus tetapi juga bisa garis yang melenceng, melingkar atau melengkung. Yang terpenting garis tersebut menjadi suatu bentuk yang dinamis

Dan berikut beberapa jenis garis dalam elemen fotografi

Garis Horizontal

Garis horizontal adalah Unsur atau elemen penting dalam fotografi

Garis horizontal di dalam sbuah foto akan memberikan kesan stabilitas, tenang, permanen dan juga kokoh.

Garis Vertikal

Garis hvertikal adalah Unsur atau elemen penting dalam fotografi

Garis vertikal ini akan memberikan kesan kekuasaan dan juga tinggi. Sebagai contoh Tiang Bendera, Gedung Tingkat, Pohon, Monumen, dan lain lain. Untuk menghindari kesan kaku di dalam komposisi hindari meletakan sebuah objek di tengah tengah frame karena akan memberikan kesan membagi foto menjadi dua.

Garis Diagonal

Garis diagonal adalah Unsur atau elemen penting dalam fotografi

Garis diagonal di dalam sebuah foto akan memberikan kesan yang lebih dinamis. Garis diagonal ini akan membuat foto menjadi lebih hidup. Garis diagonal juga memberikan efek tegas dari unsur perspektif pada suatu foto. Garis diagonal ini akan memberikan kedalaman atau efek tiga dimensi dalam suatu foto.

Garis Lengkung

Garis lengkung adalah Unsur atau elemen penting dalam fotografi

Garis yang terakhir adalah garis Lengkung, dimana garis ini bersifat yang luwes serta dinamis. Garis lengkung ini jauh lebih hidup ketimbang garis diagonal. Selain itu garis lengkung akan memberi kesan yang lembut, rileks dan juga bergerak.

Bentuk

Bentuk adalah suatu tatanan dua dimensional, seperti titik, garis dan juga pola. Bentuk harus bisa memisahkan dari lingkungan sekitar atau background yang terlalu ramai. Bentuk juga merupakan kontras dari pencahayaan yang ekstrim seperti siluet, detail benda dan juga garis luar atau outline dari sebuah warna tertentu. Komposisi ini dipakai fotografer untuk memberikan penekanan secara visual terhadap suatu objek foto. biasanya objek yang biasa digunakan sebagai komposisi adalah benda yang berbentuk kotak atau lingkaran.

Tekstur

Elemen tekstur akan memberikan kesan tentang keadaan dari permukaan suatu objek atau benda, Seperti halus, Kasar, beraturan/tidak, tajam, lembut dan banyak lagi. Tekstur ini akan terlihat dari gelap terang cahaya atau bayangan dan juga kontras yang timbuk dari suatu cahaya pada saat memotret.

Pola (Pattern)

Pola atau Pattern merupakan susunan dari objek yang sejenis yang diulang sehingga membentuk suatu pola di dalam sebuah area. Pola ini bisa diartikan sebagai keseragaman, jika suatu pola diatur sedemikian rupa, maka akan terbentuk sebuah persepsi dan juga kesan tersendiri. Pola juga akan menghasilkan kesan yang harmoni dalam sebuah gambar dan juga terkadang pola akan menampilkan kesan yang abstrak

Warna

Warna dalam foto merupakan elemen yang sangat penting, dengan warna kita dapat memberikan kekuatan visual yang sangat kuat. Warna juga dapat mempengaruhi besar kecilnya bentuk. Dan juga foto yang menampilkan warna-warna menarik akan memberikan foto tersebut menjadi lebih hidup dan memiliki nuansa yang banyak. Warna juga memiliki nilai, nada dan corak. dengan warna kita bisa mempengaruhi emosi serta pengaruh latar belakang terhadap wana yang kita lihat. Dengan warna dapat menipu pandangan karena warna tersebut bisa tampil pasif atau menonjol, tampil ke depan atau ke belakang. Warna mampu membuat kesan yang elegan serta dinamis pada foto kita apabila dikomposisikan secara benar dan baik.

Framing

Elemen ini merupakan komposisi foto yang populer, dengan framing kita membuat foto seolah-olah diberikan suatu bingkai dengan menggunakan objek di sekitar kita, seperti dengan tumbuhan, pintu, jendela, terowongan dan banyak lagi. Dengan framing kita akan mengarahkan perhatian langsung tertuju kepada suatu objek utama.

Gelap dan terang

Komposisi gelap dan terang baik digunakan sebagai penekanan sebuah visualisai suatu objek. untuk menggunakan komposisi ini dengan baik kita perlu memperhatikan kontras objek dan harus memperhatikan lingkungan objek tersebut supaya tidak terganggu.

Angle

Yang terakhir elemen atau unsur penting di dalam fotografi adalah Angle, Angle berperan penting di dalam fotografi karena akan mempengaruhi hasil yang kita potret, dengan memperhatikan sudut pengambilan objek yang baik maka akan menghasilkan komposisi yang pas serta akan enak untuk dilihat. Angle sendiri ada beberapa macam yaitu :

  1. Eye Level, adalah sudut pengambilan foto yang paling biasa digunakan oleh fotografer, dimana angle ini akan memotret objek sejajar dengan mata pada saat berdiri. Hasil dari angle ini tidak menimbulkan efek khusus.
  2. Bird Eye, adalah sudut pengambilan yang dilakukan dari atas, efek yang dihasilkan dari angle ini adalah subjek foto akan terlihat rendah, pendek dan juga kecil. Angle ini biasanya digunakan untuk memotret landsacape dari atas menggunakan Drone.
  3. Low Angle, adalah pengambilan foto yang dilakukan dari bawah objek. Efek dari angle ini akan menghasilkan perspektif yang unik.
  4. Frog Eye, berbeda dengan Low angle, jika low angle kamera di hadapkan ke atas, tapi Frog eye ini kamera diletakan dibawah dan hampir sejajar dengan tanah dan tidak dihadapkan keatas tapi mendatar dan cara mengambilnya dengan cara tiarap atau duduk.
  5. Waist Level Viewing, Angle ini dilakukan dengan cara Arah lensa disesuaikkan dengan arah mata. sudut pengambilan angle ini digunakan untuk memotret foto candid dan juga bersifat spekulatif.
  6. High Handhled Position, Angle ini dilakukan dengan cara mengakat kamera setinggi mungkin dengan tangan, Di dalam angle ini terdapat unsur spekulatif. Angle ini biasanya digunakan untuk memotret objek atau tempat ramai seperti penonton di sebuah konser musik.

Tinggalkan Balasan